TAPTENG | MEDIA-DPR.com. Tapteng Membara ialah program Tapanuli Tengah Membangun Perumahan Rakyat atau Tapteng Membara yang digagas oleh Sugeng Riyanta di tahun 2024.
Program ini menyasar keluarga Pra Sejahtera untuk dapat memiliki rumah layak huni dengan menggalakkan gotong royong antara pemerintah, ASN hingga para penggiat usaha yang berada di Kabupaten Tapanuli Tengah.
Lurah Lubuk Tukko Baru, Loddewik Marpaung mengatakan bahwa Tapteng Membara merupakan agenda sosial yang sangat patut diapresiasi karena langsung menyentuh kepada lapisan masyarakat.
Dikatakannya, untuk Kelurahan Lubuk Tukko Baru ini suatu kabar gembira. Adapun salah satu rumah warga dari 8 RTLH yang diajukan hampir rampung.
"Sebelum mendapat bantuan RTLH, dulu Rumah ini adalah rumah papan dan sangat mengkhawatirkan. Bahkan ditakutkan, rumahnya akan rubuh, jika angin kencang menerjang," ujarnya kepada Wartawan, Senin (13/1/2024) siang.
Terealisasinya Tapteng Membara di Lubuk Tukko, kata Loddewik, episentrum kebangkitan Tapanuli Tengah dengan mengedepankan keswadayaan dari masyarakat.
"Adanya perubahan yang nyata dari program Pemerintah ini, maka masyarakat di sini juga ikut bersimpatik untuk menyumbang dalam bentuk materi maupun tenaga. Bahkan dari anggota DPRD yakni Pak Agus Panggabean juga membantu," jelas Loddewik.
Pria yang juga merupakan Ketua KNPI Tapteng ini juga telah kembali mengusulkan warganya untuk mendapat bantuan RTLH melalui Provinsi sebanyak 14 rumah.
Sementara itu, penerima program Tapteng Membara, Rahman Panggabean mengapresiasi gagasan Pj Bupati selaku Kepala Daerah di Tapanuli Tengah yang telah memperdulikan kesejahteraan masyarakatnya. Setelah 23 tahun lamanya, akhirnya sebentar lagi keluarganya akan dapat mendiami rumah impiannya tersebut.
"Penghasilan sebagai seorang nelayan tradisional yang tidak menentu membuat saya tidak mampu membangun rumah permanen dan layak dihuni untuk istri juga kedua anak saya," kata Rahman.
"Terimakasih pak Sugeng, aparatur Kelurahan Lubuk Tukko Baru dan seluruh pihak terkait, kini kami tak lagi takut akan banjir yang kerap melanda rumah kami," timpalnya. (Rossy Hutabarat)